07
Jun
10

Inspiring Story : Mampukan Kita Mencintai Pasangan Kita Tanpa Syarat??

Ni cerita sangat bagus sekali, cocok buwad yg dah berkeluarga tuk semakin memantapkan hati. Para calon suami ato calon istri juga boleh kok ngebaca cerita ini. Ini merupakan cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali. Silahkan baca dan dihayati .

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno -58 tahun- kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit dan juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak dan disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang bahkan lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja diletakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa dan tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak Pak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata :
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak…….. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”. Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya : “Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka. “Anak2ku ……… jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah…… tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku, itu sudah lebih dari cukup, dia yang telah melahirkan kalian…. “. Sejenak kerongkongannya tersekat…. “Kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini?”.
“Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia dengan meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang?”. “Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit?”. Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno, merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno dengan pilu, ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu….

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber. Merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno : “Mengapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa?”. Disaat itulah meledak tangis beliau, dimana tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuan, merekapun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.
“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah CINTA dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) maka itu adalah kesia-siaan”. “Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya sewaktu dia sehat, diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya, bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2 ….”. “Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya, karena sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi disaat dia sakit…..”

02
Jun
10

FREE!!! 1 Buah Gantungan Kunci 17WIB

Sebagai bentuk rasa terima kasih kepada para pelanggan 17WIB dan juga untuk lebih mengenalkan Warung Ikan Bakar 17WIB, dapatkan 1 buah gantungan kunci khas 17WIB setiap pembelian minimal Rp. 75.000,- dan berlaku juga untuk kelipatannya. Kami menyediakan 100 buah gantungan kunci untuk dibagikan kepada para pelanggan 17WIB.
This keychains produced by 5758 Production @ Jl. Emong No.58 Burangrang Bandung. Check their facebook here




08
May
10

17WIB buka hari senin….

Buwat temans2 dan para WIBers yang belum tau, Warung Ikan Bakar 17WIB ada sedikit perubahan hari buka. Biasanya 17WIB khan tutup setiap hari senin. Mulai bulan Mei 2010, 17WIB libur setiap hari minggu dengan buka setiap hari dari jam 11:00 sampai dengan jam 22:00. Khusus malam minggu, 17WIB buka sampai jam 23:00. Semoga info nya bisa bermanfaat :D

03
May
10

Inspiring Story : Gaji Papa Berapa???

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”. “Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”. “Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat. “Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. “Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya. “Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak?”. “Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

“Tapi Papa…” Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew.

“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”. “lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut. “Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

19
Apr
10

Agar Makan Ikan Jadi Menyenangkan

Ikan adalah sumber protein yang murah dan lezat. Sayangnya, masih banyak orang yang enggan mengonsumsinya. Alasan utamanya, baunya amis, dan durinya bikin repot saat menikmatinya. Agar “fobia” Anda terhadap ikan bisa lenyap, coba ikuti beberapa trik untuk mulai mencintai ikan berikut ini.

1. Baunya amis!
Ikan yang berbau amis, artinya tidak segar. Ikan mentah yang segar seharusnya berbau segar khas ikan. Anda bisa kok, bertanya pada si penjual, bagaimana memilih ikan segar. Ciri ikan segar yang paling mudah dikenali adalah, insangnya masih berwarna merah segar, dan matanya terlihat cembung dan jernih.
Setelah membeli ikan, sebaiknya Anda segera memasaknya karena ikan tidak setahan daging atau unggas. Jika Anda baru akan memasaknya besok, masukkan ke dalam kantong berisi es, dan simpan di bagian belakang freezer. Daging ikan untuk steaks atau fillet sebaiknya dibungkus rapat dalam plastik rangkap, namun ikan utuh bisa diletakkan langsung di atas kantong es. Anda juga bisa membeli ikan beku jika memang baru berniat memasaknya lain hari.

2. Hanya suka nugget ikan
Mau bentuknya mentah, matang, berbentuk ikan utuh atau sudah diolah jadi nugget, artinya sama: Anda tetap suka ikan. Anda masih bisa mendapatkan manfaat gizinya, kok. Bahkan, Anda bisa menghemat waktu Anda untuk mengolahnya. Anda tinggal menambahkan sayuran dan saus tartar agar nugget ikan bisa menjadi sajian yang lebih sehat.


3. Tak mau repot dengan durinya

Ikan yang berduri banyak, seperti ikan mas, ikan bandeng, ikan kembung, dan lain sebagainya, memang membuat Anda repot. Meskipun sudah menyisihkan durinya, saat mengunyah Anda tetap harus memanfaatkan kelincahan lidah kalau-kalau masih ada duri yang tersembunyi. Bila tak ingin repot membersihkan duri, pilih saja ikan yang berduri jarang, seperti tuna, marlin, tongkol, atau ikan todak.
Anda juga bisa membeli fillet ikan yang sudah bebas duri. Ikan yang besar seperti salmon atau ikan pecak memiliki tulang utama meskipun sudah diolah dalam bentuk fillet atau steak, namun tulang itu selalu berada di posisi yang sama sehingga mudah dibersihkan.

4. Harus dimasak jadi apa?
Memang bosan jika berulangkali harus digoreng atau dibakar. Hal ini wajar saja. Banyak pemasak pemula yang enggan memasak ikan karena tak punya ide bagaimana mengolahnya, dan selain itu juga khawatir memasaknya terlalu matang sehingga hancur.

Selain digoreng biasa, Anda bisa melumuri ikan dengan tepung panir lalu menggorengnya. Bisa juga dengan mengolahnya sebagai sup ikan, tumis ikan, atau memasaknya bersama pasta. Dikukus dengan bumbu bawang putih juga bisa. Agar dagingnya tidak remuk, ikan harus menjadi bahan terakhir yang dimasak.

5. Tak suka kulitnya
Kulit ikan yang tak dimasak dengan matang memang masih akan menyisakan lendir dan bau amis. Namun yang perlu Anda ketahui, kulit itu melindungi daging ikan dari temperatur yang ekstrem -apakah itu suhu dari es atau panasnya arang. Kulit ikan juga mudah dibuang (Anda bisa minta tolong penjual untuk membuangnya).

Namun selama kulitnya jenis yang tipis, kulit ikan yang sudah masak juga cukup lezat. Kecuali kulit ikan yang tebal, seperti pada ikan todak atau ikan kerapu, lebih baik sih dibuang saja.

Referensi : Kompas.Com




17wib Calendar

February 2012
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

17wib Archives

17wib Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

17wib Photos

Me&MyWife @ Sampireun

Pendopo Sampireun

Kampung Sampireun

Kolam Rendam - Ciwidey

More Photos

SocialVibe


17wib Top Post

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1 other follower

17WIB Statz

  • 11,817 pengunjung

Blog On Facebook


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.